
Antara Pencarian & Pertemuan
(i)
Kawan…
Amat mudah untuk mengungkap perkataannya,
Tapi cukup payah untuk menemuinya,
Dan amat sulit sekali untuk
Mendekatinya, menghampirinya,
Apatah lagi mengenalinya.
Ku bertanya sendiri…
Dimanakah dikau duhai kawanku,
Kawan sejati peneman setia,
Menangis bersama dikala sulit,
Berpegang ikrar sehidup semati,
Sanggup bekorban walau terkorban nyawa.
Kawan…
Kucari dirimu disetiap pelusuk alam,
Dimana engkau sembunyikan dirimu,
Kehadiranmu kudambakan,
Walau lelah menghambat rasa,
Walau payah menggoda sabar,
Kehadiranmu amat kunantikan.
Kawan…
Telah ku jelajah segenap ruang,
Mencari dirimu sang pengusir derita,
Namun kutemui hanyalah kehampaan,
Berjuta kawan dikala gembira,
Yang datang hanya berkongsi tawa,
Lenyap menghilang tatkala duka menyapa,
Anehnya resam dunia.
(ii)
Ku bersyukur pada yang maha pengasih,
Pencarian ini kau pertemukan,
Penantianku ini kau noktahkan,
Kurniakan aku seorang teman,
Yang terindah dipandangan hati,
sesempurna kejadian diri.
Datanglah kawan datanglah padaku,
Kan ku hargaimu selama hayatku,
Ku pahat dihati segala jasamu,
pengorbananmu ukiran abadi dijiwaku,
tenangku hadir seiring muncul.
Kawan…
Hadirmu umpama bulan diriba,
Membawa tongkat buat sibuta,
Engkau penghibur engkaulah laraku,
Kau terangi jalan gelitaku.
Seandainya budimu tak daya kubalas,
Ingatlah wahai kawanku,
Jasa budimu tak sekuman ku abaikan,
Kan ku simpan ia dilaman kenangan,
Agar tercatit sebuah ikatan,
Bahawa dikau semulia insan.